Autisme, epidemi yang tak terdengar

11/17/2001

Diterjemahkan dari the Advocate, Silent Epidemic: Autism. Ditulis oleh Ted Griggs. Link artikel bahasa Inggris dimuat dengan seijin dari Ted Griggs.



Anak laki-laki Shelley Reynold, Liam lahir dengan kondisi sangat normal, ia dapat merangkak, berguling berjalan dan berbicara semuanya terlihat seperti anak kebanyakan. Liam dapat menyanyikan lagu anak-anak dan mengulangi kata-kata dalam lagu anak anak.



Sampai pada suatu hari perilaku Liam berubah. Ia tidak menatap mata lawan bicara, bicaranya semakin tidak jelas dan ketika mengucapkan kata "fish" yang keluar dari mulutnya "sheee".



Liam tidak dapat bernyanyi, berbicara bahkan tidak dapat tidur. Sentuhan bahan baju yang dipakaikan ibunya membuat Liam menjadi histeris sehingga ia langsung merobek bajunya. Ketika keluarganya membawa Liam ke-pantai ia menjerit histeris ketika kakinya menyentuh pasir di pantai.



Liam dinyatakan positif sebagai penyandang autisme sebuah vonis seumur hidup, kelainan perilaku yang sampai saat ini belum dapat di-sembuhkan.



Shelley Reynold seperti juga beribu-ribu orang tua anak penyandang autisme lainnya hidup dalam suatu kemungkinan yang menyakitkan ; beberapa jenis vaksinasi yang diberikan pada Liam untuk melindungi kesehatannya mungkin telah menyebabkan terjadinya kelainan perilaku pada Liam. Keluarga Reynold adalah salah satu dari sekian banyak orang yang percaya bahwa vaksinasi anak dan autisme saling berhubungan.



Jeana Smith mempunyai anak laki-laki kembar identik yang salah satunya penyandang autisme. Smith mengatakan "Tiap orang berpikir bahwa dengan tidak menghiraukan kenyataan ini, semuanya akan berlalu tapi kenyataannya tidak seperti itu".



Jumlah penyandang autisme di Amerika bertambah pesat. Departemen Pendidikan AS mencatat dari tahun ajaran 97-98 sampai 1999-2000 angka murid penyandang autis secara nasional telah bertambah sebanyak lebih dari 11.000 anak. Mereka juga mencatat angka pertambahan yang sama untuk periode 97-98 s/d 98/99.



Penelitian di New Jersey dan Swedia menunjukkan 'prevalence rate' penyandang autisme telah mencapai 1 per 150 anak sampai dengan 1 per 170 anak.

"hal ini sudah dapat dikatakan sebagai keadaan darurat nasional dan menguras biaya yang besar" kata Jeana Smith. Biaya sekolah untuk satu anak penyandang autisme kurang lebih US$ 40,000 per-tahun-nya.



Sampai saat ini hubungan antara vaksinasi dan autisme masih merupakan teori kontroversi yang tidak dapat dibuktikan secara sains. Penduduk di wilayah Baton Rouge banyak yang menyangkal pernyataan ini mungkin dikarenakan dokter autisme, Stephanie's Cave yang berpraktek didearah ini. Dokter ini mempunyai 1000 pasien lebih penyandang autisme.



Para orang tua sangat yakin akan kemampuan dokter Cave yang telah mengeluarkan kandungan logam berat dalam darah yang ada pada anak mereka dan menyeimbangkan proses kimia dalam tubuh anak. Keluarga Smith dan Reynold juga memuji hasil kerja Dr. Cave sewaktu melihat kemajuan yang didapat pada anak mereka.



dr. Cave telah menulis buku mengenai hubungan antara vaksinasi bayi dan bertambahnya kasus autisme , asma, diabetes dan kesulitan belajar pada anak. Dalam bukunya 'In What Your Doctor May Not Be Telling You About Children's Vaccinations".



Dalam bukunya Dr. Cave mencoba menjawab pertanyaan orang tua mengenai keamanan vaksinasi dan jadwal imunisasi serta langkah-langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk meyakinkan keamanan anak-anak mereka.



dr. Cave dan yang lainnya mengatakan bahwa kenaikan penyandang autisme berhubungan langsung dengan bertambahnya jenis vaksinasi anak yang direkomendasikan. Jumlah jenis vaksinasi yang harus diberikan pada bayi telah bertambah tiga kali lipat sejak 1980 dan 1990.



Banyak diantara vaksin tersebut mengandung logam berat merkuri berkadar tinggi. Namun dari pihak lain juga ada yang percaya bahwa tidak ada hubungan antara anak penyandang autisme dan keracunan logam berat merkuri.



Teori yang ada dapat dijelaskan sebagai berikut:



Sampai saat ini masih banyak vaksin untuk bayi yang mengandung thimerosal, suatu zat pengawet yang 50% kandungannya adalah logam berat merkuri. Merkuri adalah logam berat yang sangat beracun.



Bayi berumur 4 s/d 6 bulan tidak dapat mengeluarkan logam berat ini dari tubuhnya sehingga racun tersebut berkumpul dalam tubuh menyebabkan banyak komplikasi. Masuknya logam berat merkuri kedalam tubuh anak merusak jaringan otak yang terdiri dari cerebellum, amygdala dan hippocampus.



Bagian jaringan otak inilah yang mengontrol koordinasi gerak, emosi dan memori. Merkuri juga telah menyebabkan perubahan pada sistim kekebalan tubuh anak dan sistim pencernaan mereka.



Satu skop es krim atau semangkok spageti yang masuk kedalam tubuh anak penyandang autisme dapat memproduksi efek yang sama seperti halnya seseorang yang di-injeksi morfin.



Beberapa ahli juga mempercayai bahwa vaksin MMR yang di-injeksikan pada bayi yang keadaan badan-nya sedang melemah dapat menyebabkan masalah pencernaan atau bahkan dapat menyebabkan autisme.



Sebuah alternatif yang terbukti secara sains



Pejabat kesehatan pemerintah Amerika CDC, NIH, Institute of Medicine, FDA, AAP, AAFP dan Perusahaan Pembuat Obat semuanya tidak menyetujui dan mengatakan hal sama: Vaksin itu aman.



Bulan lalu, komisi safety dari Institut Obat dan Imunisasi memberikan konklusi bahwa berdasarkan bukti yang ada tidak meng-iyakan atau menyangkal adanya hubungan antara thimerosal dan kelainan spektrum autisme.



Namun komisi ini juga memberikan konklusi nya bahwa hipotesis mengenai kemungkinan merkuri dalam vaksin dihubungkan dengan autisme adalah "biologically plausible" ( secara biologis masuk akal) dan komisi ini merekomendasikan penggunaan vaksin DTap, hepatitis-B dan HIB tanpa thimerosal. Pada kenyataannya, vaksin vaksin yang masih mengandung thimerosal ini masih beredar.



Pihak yang pro teori hubungan vaksin-autisme melihatnya sebagai perpecahan dalam tubuh birokrasi dan mengatakan bahwa pernyataan komisi ini telah memperkuat posisi mereka.



Namun komisi yang dipimpin oleh Dr. Marie McCormick mengatakan "tidak terdapat bukti thimerosal yang ada didalam vaksin berbahaya bagi manusia", "Jika vaksin tanpa thimerosal tidak tersedia maka vaksin yang mengandung thimerosal harus diberikan".



"Ide yang menyatakan thimerosal berhubungan dengan autisme adalah sangat bersifat hipotesis (teoritis) dan anggapan yang ada mengenai teori ini tidak benar". "Teori hubungan merkuri-autism yang mengatakan tubuh bayi tidak dapat mengeluarkan merkuri adalah tidak benar" .



Salah satu dari text dasar dalam neonatologi menyebutkan sekresi/pengeluaran empedu yang membantu tubuh bayi memroses merkuri terjadi pada saat kehamilan 12 minggu.



Informasi yang di-serahkan ke-komisi ini juga membantah ide yang mengatakan bayi tidak dapat menghilangkan merkuri yang masuk dalam tubuhnya. Data awal dari National Institute of Allergy and Infectious Diseases menunjukkan bayi berumur 2 bulan dapat dengan cepat menghilangkan merkuri sesaat setelah imunisasi.



Mc Cormick mengepalai Departemen Kehamilan dan Kesehatan Bayi di Harvard School jurusan kesehatan publik. Ia dan pejabat kesehatan lainnya kuatir jika para orang tua menjadi takut memvaksinasi anak mereka.



Mc Cormick mengatakan "ancaman terjangkit penyakit berbahaya akan menjadi kenyataan jika rekomendasi untuk memberikan vaksinasi kepada anak di-abaikan. Orang akan menjadi sakit dan beberapa diantaranya akan meninggal jika mereka tidak di-vaksinasi.



Pejabat kesehatan juga mengurangi angka kenaikan jumlah penyandang autisme yang berhubungan dengan bertambahnya jenis vaksin.



McCormick mengatakan, cara mendiagnosa autisme telah berubah sejak 30 tahun terakhir. Undang undang mengenai sekolah luar biasa telah dibuat. Masyarakat menjadi lebih tahu mengenai kelainan perilaku dan telah melakukan pekerjaan yang bagus dalam mengidentifikasi anak yang terkena spektrum kelainan autisme.



Ide ilmuwan yang menyebutkan autisme bertambah karena cara mendiagnosa semakin canggih membuat dr. Cave terperanjat dan menyebutnya sebagai keterlaluan dan menyepelekan pendapat orang lain.



Dr Cave berkata, "Jika bayi anda yang terlihat normal selama 15 s/d 18 bulan lalu kehilangan eye contact, tidak dapat bicara, mulai menyiksa diri sendiri, tidak dapat tidur, tidak mau makan dan terkena diare akut - apakah menurut anda hal ini tidak ter-diagnosa?



Anak kami bukanlah anekdot



Isu ini telah membuat konflik antara orang tua dan dokter anak. Hal ini disebabkan oleh cara ilmuwan mempresentasikan hasil temuan mereka yaitu harus menggunakan bahasa yang se-akurat mungkin. Mencatat apa yang diketahui dan apa yang tidak diketahui.



Sebagai seorang ilmuwan, berdasarkan reputasi dan kredibilitas yang sangat tinggi termasuk dana yang diberikan, mereka tidak dapat menerima isu, anekdot (cerita mengada-ada) yang tidak terbukti bahkan ketika jumlah anekdot / penyandang autisme meningkat dua / tiga kali lipat selama dekade terakhir. Berlusin lusin faktor memerlukan pengkajian, pengujian dan pembuktian. Dengan cara yang sama, ilmuwan lain harus dapat pula membuktikannya.



Tapi bagi seorang ibu anak penyandang autisme yang menghabiskan waktu sehari-harinya dengan dokter terapi bahasa, terapi sisik, terapi okupasi, psikolog serta melatih sendiri anak mereka dirumah. Seorang ibu yang selama dua tahun hanya dapat tidur dua sampai jam sehari karena memang bayi nya hanya dapat tidur beberapa jam sehari. Seorang ibu yang anaknya histeris jika kakinya menyentuh pasir pantai karena tidak dapat menyentuh tekstur / benda kasar. Seorang ibu yang pernah melihat anaknya tumbuh normal, dapat menyanyikan beberaoa lagu anak-anak dan menyebutnya mamaa kemudian melihat sendiri ingatan anaknya hilang begitu saja.



Ibu-ibu ini tidak menginginkan jika pengalaman dan ketidakmampuan anak mereka dengan serta merta di-tanggapi oleh ilmuwan sebagai suatu anekdot atau dongeng yang diceritakan oleh orang idiot sebuah pendapat dan keberangan yang tidak berarti. Smith berkata Yang paling menyakitkan adalah ketika seorang ilmuwan t duduk dan mencoba menentramkan para ibu dengan berkata Saya sangat prihatin akan keadaan ibu akan tapi kenyataannya vaksin itu tidak menyebabkan autismee. Tidak usah membujuk saya dan jangan berkata bahwa saya gila. Saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri semua perubahan yang terjadi pada anak sayaa



Sesuatu yang tak akan pernah terlupakan



Keluarga Smith dan Reynold tidak dapat membiarkan begitu saja apa yang mereka yakini bahwa vaksin telah merusak anak mereka. Sambil membayangkan kemampuan yang telah hilang dari anak-nya Smith berkata: Jacob tidak bisa bermain bola lagi karena permainan ini menjadi terlalu rumit baginyaa Kehilangan akan tawa canda bersama anaknya sewaktu hari Natal juga disebabkan oleh hal yang sama. Jesse, saudara kembar Jacob (bukan penyandang autisme ) mungkin akan bercerita mengenai permainan olah raga dan bercerita mengenai teman-nya disekolah ataupun mengenai pesta ulang tahun mereka. Apakah mungkin Jacob akan punya teman karibb Apakah teman-temannya akan mempermainkan dan memperoloknya??. Anda akan belajar untuk menjalani-nya karena memang tidak ada jalan lainn.



Untuk menyalurkan kemarahan dan kekuatan mereka kedua ibu ini berusaha untuk membuka tabir Autisme dengan cara membuat sebuah organisasi non-komersil untuk memberikan informasi mengenai autisme. Kedua ibu ini telah berhasil mengumpulkan 6000 foto anak penyandang autisme. Rencananya mereka akan berusaha mengumpulkan 58,000 foto untuk mewakili 10% komunitas penyandang autisme di Amerika Serikat. Ibu Reynold mengatakan mereka berharap publisitas autisme yang mereka lakukan dapat menghasilkan perubahan dalam meningkatkan dana untuk riset autisme dan pembuatan undang undang baru untuk mendukung autisme.



Walaupun begitu, keluarga Smith dan Reynold masih merasa beruntung. Jacob telah dapat menatap lwan bicaranya dan berbicara tiga kata hanya beberapa hari setelah dr. Cave menanganinya. Jacob sekarang di SD kelas satu dan punya prestasi cukup baik. Ia dapat makan sendiri di kantin sekolah dengan anak lainnya. Ia juga belajar musik. Cita-citanya ingin menjadi penjaga kebon binatang.



Liam sekarang sekolah di Sekolah Autis dan sedikit tertinggal dalam kecakapan berbicara namun Liam dapat berbicara dan bertanya. Kemajuan semakin terlihat. Beberapa minggu lalu Liam diajak ibunya ke Mal dan menyaksikan acara sirkus. Liam minta ijin ibunya agar dapat duduk di baris paling depan. Ketika badut sirkus bertanya pada penonton siapa yang ingin maju kepanggung, Liam langsung bersedia untuk maju. Lalu Liam juga dapat melakukan sesuatu yang sudah lama tidak dapat dilihat oleh ibunya menyanyikan lagu anak.



Demikianlah yang terjadi.



--------------------------------------------------------------------------------

Puterakembara berusaha sebaik-baiknya menerjemahkan artikel ini kedalam bahasa Indonesia dan tidak bertanggung jawab atas ketidak akuratan terjemahan tersebut. Jika terdapat ketidak akuratan dalam terjemahan Indonesia maka yang dianggap benar adalah artikel The Advocate berjudul "Silent Epidemic: Autismm.

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy